Diklat Search And Rescue (SAR) angkatan XVIII

Untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan tol khususnya yang mengalami kecelakaan maka diklat kantor pusat Jasamarga mengadakan pelatihan Search And Rescue (SAR) tingkat dasar. Pelatihan ini diperuntukan kepada karyawan yang bertugas di bagian pelayanan lalu-lintas (kashift & petugas layanan jalan tol, petugas ambulan) dan beberapa orang dari anggota Jasa Marga Penggiat Alam (JASMAPALA) dari seluruh cabang. Kegiatan SAR ini dilaksanakan sejak tahun 2005 dan berakhir pada angkatan 18 pada bulan Juni tahun 2008. Tempat pelatihan SAR dasar di sekitar lokasi kilometer 110 jalur A tol Cipularang yang diadakan selama lima hari pada setiap angkatannya.

Tujuan diadakan pelatihan SAR adalah agar para petugas layanan jalan tol mampu memberikan pertolongan kepada korban kecelakaan jalur tol, mamapu memberikan pertolongan pada korban yang jatuh ke dalam jurang serta mampu memberikan pertolongan pada korban yang terjepit dalam kendaraan dengan mengunakan peralatan rescue.

Pelatihan SAR dasar menggunakan metode 30% teori dan 70% praktek mengingat waktu yang disediakan sangat sedikit, jadi para rescuer (sebutan untuk peserta diklat) menghadapai waktu belajar yang sangat padat dalam waktu laima hari. Menurut Pak Iwan (Kepala Instruktur SAR) pada pelatihan SAR dasar seharusnya membutuhkan waktu kurang lebih tiga bulan lamanya. Di dalam pelatihan ini recuer akan mendapatkan materi pelatihan tentang safety di lingkungan vertical, penilaian korban, Resusitasi Jantung Paru (RJP), pertolongan cidera tangan, kaki dan panggul, penggunaan ascender (alat naik) dan descender (alat turun), anchoring (penambatan), serta simpul dan tali. Diklat SAR ini berbeda dengan diklat lainnya yang biasanya para peserta menginap di hotel kali ini peserta menginap di tenda. Pada angkatan pertama para peserta tidur hanya menggunakan sleeping bag kemudian tidur di bawah (rumput) kemudian atas permintaaan peserta agar diberikan flatbed (tempat tidur kanvas) maka pada angkatan selanjutnya tidak lagi tidur di bawah dan kelas untuk belajarnya juga dilaksanakan di tenda. Setelah mendapatkan teori di kelas rescuer melakukan praktek di bawah jembatan Cikubang, di lokasi ini dipraktekkan pertolongan korban yang masuk ke dalam jurang. Untuk praktek pertolongan korban yang terjepit mengunakan alat resue di lokasi kilometer 108 A yang jaraknya 2 kilometer dari tenda jika lewat jalan tol namun rescuer harus melewati jalur luar tol yang naik turun dan berbelok-belok kurang lebih 5 kilometer.

Setelah empat hari belajar maka pada hari kelimaa (terkahir) dilakukan simulasi secara beregu dari apa yang semua yang sudah di dapat. Kemudian pelatihan ditutup dengan memilih tiga rescuer terbaik yang akan di kirim ke SAR lanjutan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: